Sabtu, Oktober 20, 2018
Home > Blog > Contoh Proposal Skripsi PAI Kualitatif

Contoh Proposal Skripsi PAI Kualitatif

Di bawah ini hanyalah contoh proposal Skripsi PAI, bila sobat ingin melihat judul lebih lengkap dengan mengklik tombol link di bawah ini.

Download 2000+ Contoh Skripsi PAI

STRATEGI LEMBAGA PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DI ERA GLOBALISASI DI PONDOK PESANTREN MATHLABUL ULUM JAMBU LENTENG SUMENEP

A. Konteks Penelitian
Paling tidak tiga hal yang mesti digarap oleh pondok pesantren yang sesuai dengan jati dirinya.

Pertama, pesantren sebagai lembaga pendidikan pengkaderan ulama. Fungsi ini tetap harus melekat pada pesantren, karena pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang melahirkan ulama.

Kedua, pesantren sebagai lembaga pengembangan ilmu pengetahuan khusus agama Islam. Pada tatanan ini, pesantren masih dianggap lemah dalam penguasaan ilmu dan metodologi. Pesantren hanya mengajarkan ilmu agama dalam arti transfer of knowledge.

Ketiga, dunia pesantren harus mampu menempatkan dirinya sebagai transformasi, motivator, dan inovator.

Hal ini merupakan kesempatan sekaligus tantangan bagi lembaga pendidikan pesantren untuk mewujudkan eksistensinya. Sehingga pesantren diharapkan mampu mencetak figur-figur “ulama’ yang intelek profesional atau intelek profesional yang ulama’”.

Berdasarkan landasan peneltian inilah, peneliti ingin mencoba mengetahui lebih jauh tentang peran Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep dalam menghadapi tantangan di era globaliasi.

B. Fokus Penelitian
Bagaimana sistem pendidikan yang diterapkan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum dalam menghadapi tantangan di era globalisasi?
Apa faktor pendukung dan penghambat Pondok Pesantren Mathlabul Ulum dalam menghadapi tantangan di era globalisasi?
C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui sistem pendidikan yang diterapkan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.
Untuk mengetahui strategi yang digunakan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.
Untuk mengetahui faktor apa saja yang mendukung dan menghambat Pondok Pesantren Mathlabul Ulum dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.
D. Kegunaan Penelitia
1. Untuk Pengembangan Teori
Bagi pengembangan teori, penelitian ini diharapkan mampu memberikan wahana dan masukan baru bagi perkembangan dan konsep pendidikan, terutama pengetahuan tentang perlunya lembaga pendidikan pesantren menghadapi tantangan di era globalisasi.

2. Bagi Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu
Bagi pondok pesantren, sebagai sumbangsih pemikiran dan informasi tentang strategi lembaga pendidikan pesantren dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.

E. Alasan Pemilihan Judul

1. Alasan Objektif
Secara objektif adalah sebagai lembaga pendidikan islam, pondok pesantren dituntut untuk mempersiapkan strategi-strategi baru dalam menghadapi dunia yang semakin canggih yaitu di era globalisasi demi mempertahankan nilai-nilai keislaman yang ketat di pesantren.

2. Alasan Subjektif
Alasan subjektif pemilihan judul di atas adalah peneliti sebagai guru di lembaga pendidikan (pondok pesantren) tersebut, sehingga pengumpulan data penelitian lebih mudah dilakukan.

F. Batasan Istilah dalan Judul
Strategi Lembaga Pendidikan Pesantren yaitu rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai suatu tujuan khusus yang ditetapkan di lembaga pendidikan pesantren.
Era Globalisasi yaitu masa (zaman) pengglobalan seluruh aspek kehidupan, perwujudan (perubahan) secara menyeluruh aspek kehidupan.
Pondok Pesantren yaitu suatu lembaga pendidikan keagamaan yang mengajarkan, mengembangkan, dan menyebarkan ilmu agama Islam.

G. Kajian Pustaka

Eksistensi pondok pesantren dalam menyikapi perkembangan zaman, tentunya memiliki komitmen untuk tetap menyuguhkan pola pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang handal.

Dalam menghadapi era globalisasi ini, K.H. Wahid Zaini menawarkan lima jurus yang harus dilakukan pesantren, yaitu:

Pesantren sebagai lembaga dakwah, harus mampu menempatkan dirinya sebagai transformator, motivator dan invator masyarakat.
Pesantren sebagai lembaga pengkaderan ulama’ dituntut agar dapat menciptakan para lulusannya mempunyai kemampuan analisis dan antisipatif.
Sebagai lembaga ilmu pengetahuan, pesantren dituntut agar secara bertahap dan sistematis dapat mengembalikan Islam sebagai agen ilmu pengetahuan, sebagaimana zaman sebelum agen keilmuan dipegang oleh bangsa Barat.
Pesantren sebagai lembaga pengembangan masyarakat, khususnya masyarakat industri.
Para santrinya dituntut untuk semakin meningkatkan kualitas iman dan taqwanya dan juga dituntut agar dapat menjalankan peran sebagai khalifah fil ardhi.

Untuk itu, pesantren hendaknya melakukan upaya-upaya rekonstruksi dengan:
1. Memperbaiki metode pendidikan pesantren
2. Memperbaiki kurikulum pendidikan pesantren
3. Memperbaiki manajemen pendidikan pesantren
4. Memperbaiki sarana dan prasarana

H. Metode Penelitian

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. artinya dalam penelitian kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut berasal dari wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi dan lainnya.

Sedangkan jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Penelititan studi kasus adalah penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisme, lembaga atau segala tertentu.

2. Kehadiran Peneliti

Sesuai dengan jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif, maka kehadiran peneliti di tempat penelitian mutlak diperlukan sebagai instrumen utama. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yaitu peneliti bertindak sebagai pengumpul data, penganalisis dan pelapor hasil. Sedangkan instrumen selain manusia hanya bersifat sebagai pendukung saja.

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Desa Jambu Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Alasan memilih lokasi ini karena dekat dengan tempat tinggal peneliti. Selain itu, peneliti sendiri adalah pengajar (guru) di tempat penelitian.

4. Sumber Data

Dalam hal ini data penelitian diperoleh dari sumber data yang terbagi atas:

1. Sumber personal, data yang diperoleh berupa jawaban lisan. Misal kyai, asatidz, para santri maupun masyarakat yang berada di lingkungan sekitar pesantren.
2. Sumber place, sumber data yang menyajikan tampilan yang berupa keadaan pesantren serta segala aktifitasnya.
3. Sumber paper, sumber data yang menyajikan data berupa tulisan-tulisan, arsip-arsip, notulen rapat, paper.

5. Prosedur Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah sebagai berikut:

a) Observasi

Metode observasi ini digunakan untuk mengamati:

a. Lokasi atau tempat pelaksanaan pendidikan, yang dalam hal ini adalah pelaksanaan pendidikan di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep.
b. Sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaan pendidikan di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep.
c. Pelaku yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep.
d. Kegiatan atau aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep

b) Wawancara (Interview)

Data ini di peroleh dengan metode interview, yang dalam pelaksanaanya ditujukan kepada:

a. Pengasuh Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep
b. Pengurus atau dewan asatidz Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep
c. Santri Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep

c) Dokumentasi

Metode ini peneliti gunakan untuk memperoleh data dan catatan mengenai:

a. Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep
b. Visi dan misi Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep
c. Letak geografis Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep
d. Keadaan asatidz Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep
e. Keadaan santri Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep
f. Sarana dan prasarana Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep
g. Struktur organisasi Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep
h. Kurikulum pendidikan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep

6. Analisis Data

Dalam analisis data ini peneliti mendeskripsikan dan menguraikan tentang strategi yang dilakukan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum, baik dari sistem pendidikan yang diterapkan maupun faktor pendukung dan penghambat Pondok Pesantren Mathlabul Ulum dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang timbul seiring dengan adanya arus globalisasi. Dalam penelitian kualitatif analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data. Oleh karena itu peneliti telah merumuskan:

1. Analisis selama pengumpulan data
Dalam tahap ini peneliti barada dilapangan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber. Untuk memudahkan dalam pengumpulan data tersebut peneliti menetapkan hal-hal sebagai berikut: 1) mencatat hal-hal yang pokok saja, 2) mengarahkan pertanyaan pada fokus penelititan, 3) mengembangkan pertanyaan-pertanyaan.

2. Analisis setelah pengumpulan data
Data yang sudah terkumpul ketika berada dilapangan yang diperoleh dari wawancara, dokumentasi, dan observasi masih berupa data yang acak-acakan belum tersusun secara sistematis atau istilah dalam penelitian masih berupa data mentah. Dalam tahap ini analisis dilakukan dengan cara mengatur, mengurutkan data ke dalam suatu pola, kategori, sehingga didapatkan suatu uraian secara jelas, terinci dan sistematis.

7. Pengecekan keabsahan Temuan

Agar data yang telah diperoleh dalam penelitian ini dijamin tingkat validitasnya maka perlu dilakukan pengecekan atau pemeriksaan keabsahan data. Adapun peneliti dalam melakukan pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik sebagai berikut:

1. Ketekunan pengamatan
Ketekunan pengamatan bermaksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang relevan dengan persoalan yang diteliti kemudian memusatkan diri pada persoalan tersebut secara rinci. Dengan kata lain memperdalam pengamatan terhadap hal-hal yang diteliti yaitu tentang strategi Pondok Pesantren Mathlabul Ulum dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.

2. Triangulasi.
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan. Untuk memperoleh keterangan tentang strategi yang dilakukan pondok pesantren Mathlabul Ulum dalam menghadapi tantangan di era globalisasi, maka peneliti tidak menggali informasi dari salah satu pihak misalnya dari kepala pondok pesantren. Akan tetapi, dalam hal ini tidak menutup kemungkinan peneliti bisa mendapatkan keterangan-keterangan tambahan dari pihak lain yang dianggap penting.

8. Tahap-Tahap Penelitian

1. Tahap pralapangan
Dalam tahap ini peneliti mengajukan judul dan proposal terlebih dahulu ke Kajur PAI Sekolah Tinggi Ilmu Keislaman Annuqayah (STIKA Guluk-Guluk Sumenep selanjutnya menetapkan subjek yang akan diteliti.

2. Tahap kegiatan lapangan
Dalam tahap inilah peneliti dilakukan sesungguhnya. Pertama kali yang dilakukan adalah mengajukan surat izin penelitian dilampiri dengan proposal skripsi kepada lembaga yang bersangkutan.

3. Tahap analisis data
Data-data yang telah dikumpulkan selama kegiatan di lapangan masih merupakan data mentah, acak-acakan, maka dari itu perlu dianalisis agar data tersebut rapi dan sistematis. Dalam tahap inilah peneliti mengklasifikasi pengelompokan, dan mengorganisasikan data kedalam suatu pola sehingga menghasilkan suatu deskripsi yang jelas, terinci dan sistematis.

I. Sistematika Pembahasan

Adapun sistematika pembahasan skripsi ini secara garis besar dibagi menjadi tiga bab, diantaranya adalah sebagai berikut:

Bab I : alam bab ini berisi pendahuluan yang mengetengahkan dan menjelaskan kontek penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, kegunaan serta alasan memilih judul penelitian dan batasan istilah.
Bab II : dalam bab ini berisi kajian pustaka, dan menyajikan beberapa teori ataupun gambaran sementara tentang peran guru agama dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual anak.
Bab III : pada bagian ini, terdapat pembahasan tentang metode yang digunakan dalam penelitian yang meliputi: pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan temuan dan tahap penelitian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com